Jumat, 24 Juli 2009

askep ISK

BAB II
KONSEP DASAR

A. KONSEP MEDIS
1. Pengertian
Infeksi Saluran Kemih adalah Kolonisasi bekeri diberbagai bagian tempat disaluran kemih.
(Cecily L. Betz & Linda A.S,2002:492)

Infeksi Saluran Kemih adalah Infeksi yang umum terjadi pada anak yang ditandai dengan respon peradangan dan bakteri dalam urin.
(Suriadi,Skp & Rita Yuliani,Skp,2001: 161)

Infeksi Saluran Kemih adalah pada umunya disebabkan oleh golongan enterobacteriaceace yang berasal dari daerah perineum atau traktus intestinal.
(Ngastiyah,1997: 286)

Infeksi Saluran Kemih adalah merupakan infeksi traktus urinarius yang disebabkan karena adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius dengan atau disertai tanda dan gejala, infeksi ini sering mengenai kandung kemih, prostate, uretra, dan ginjal.
(Brunner & Suddarth,2002: 1438)
2. Penyebab
Infeksi Saluran Urin bagian bawah disebabkan oleh infeksi bakteri eschericia coli, Klebsiela, Proteus, Pseudomonas dan Seratia.
(dr.drh.Mangku Sitepoe,1996:386)

1. Organisme yang secara normal ditemukan dalam UTI/ISK
Escherichia Coli, Stafilokokus saprotikus dan streptokokus faecalis.
2. Organisme lain yang menyebabkan UTI/ISK
Proteus mirabilis, satu atau lebih klebsiela, Enterobachter dan Pseudomas.
(Brunner Suddarth,2002:1430)
3. Manifestasi klinis
- selalu ingin buang air seni
- terasa sakit dengan kram (spasme) dari andung kemih
- terasa gatal atau panas sewaktu buang air seni
- pada pria dijumpai cairan yang keluar dari uretra
- demam
- sakit pinggang
- perasaan tidak nyaman
- kesakitan pada permukaan kandung kemih
(dr.drh.Mangku Sitepoe,1996:386)


4. Patofisiologi
Kolonisasi bakteri dari salah satu organisme diatas uretra,distal, & vagina.plora kemudian naik kekandung kencing tempat mikro organisme melekat keepitelium traktus urinarius.Perlekatan bakteri cenderung tinggi pada tahap awal penyakit,pase tergantung estrogen dalam siklus menstruasi,setelah histerektomi total dan seiring dengan proses penuaan yang memperlihatkan bahwa status hormon ikut berperan,selain itu atropi epitelium uretral akibat proses penuaan dapat mengurangi kekuatan pancaran urin dan keefektifan pengeluaran bakteri melalui berkemih
(Brunner & Suddarth,2002:1429)

5. Pemeriksaan penunjang
Keberadaan UTI akan terdeteksi jika urinalisis menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih (WBCs). Kultur urine dan sensitivitas dilakukan,infeksi ginjal menunkukkan bakteri yang terlapisi antibody didalam urine IVP dikontraindikasikan untuk mencegah penyebaran infeksi
(Joko Setyono,2001: 211)




2. Komplikasi
1. Infeksi berulang
2. Pyelonefritis
(Cecily L..Betz & Linda A.S,2001:494)
3. Pembentukan abses ginjal
4. Gagal ginjal
(Elizabeth J. Corwin,2001: 493)


7. Penatalaksanaan
a. Antibiotik 7-10 hari pada anak dengan cyctitis atau sesuai program
b. Anak dengan pyelonephritis perlu antibiotik intra vena sesuai program
c. Follow up (kontrol ulang) urine kultur harus dilakukan setelah pemberian antibiotik.
(Suriadi,Skp & Rita Yuliani,Skp,2001:163)

2. Pemeriksaan diagnostik
a. Kultur urine dan anaisa urine
b. Radiologi
c. Scan ginjal
d. Voiding cystourethrogram
e. Intravenous Pyelogram (IVP)
(Suriadi,Skp & Rita Yuliani,Skp,2001:163)

3. KONSEP KEPERAWATAN
a. Pengkajian Data Dasar
a..Aktivitas/istirahat
Gejala : Pekerjaan monoton pekerjaan dimana pasien terpajan pada
Lingkungan bersuhu tinggi.
: Keterbatasab aktivitas/imobilisasi sehubungan denan kondisi sebelumnya (penyakit tak sembuh cidera medulla spinalis)
b. Sirkulasi
Tanda : Peningkatan TD/nadi (nyeri,ansietas,gagal ginjal
: Kulit hangat dan kemerahan,pucat
c. Eliminasi
Gejala: Riwayat adanya ISK kronis : sebelumnya (kalkulus)
: Penururna haluran urinekandung kemih penuh
: Rasa terbakar,dorongan berkemih
: Diare
Tanda: Oliguria,hematuria,piuria
: Perubahan pola urine
d. Makanan/Cairan
Gejala: Mual,muntah,nyeri tekan abdomen
: Diit tinngi purin,kalsiun,oksolat dan pospat
: Ketidakcukupan pemasukan cairan;tidak minum air dengan cukup
Tanda: Distensi abdominal,penurunan/tak adanya bisig
: Mual
e. Nyeri/Kenyamanan
Gejala: Episode akut nyeri berat nyeri kolik,lokasi tergantung pada lokasi batu,contoh pada panggul diregiasudut kostovertebral,dapat menyebar kepunggung abdomen dan turun kelipat paha/genetalia.Nyeri dangkal konstan menunjukkan kalkulus ada dipelvis atau kalkulus ginjal.
: Nyeri dapat digambarkan sebagai akut,hebat tidak hilang dengan dengan posisi atau tindakan lain.
Tanda : Melindungi, perilaku distraksi
Nyeri tekan pada area ginjal pada palpasi
e. Keamanan
Gejala : Penggunaan alcohol
: Demam, menggigil

f. Penyuluhan/pembelajaran
Gejala : Riwayat kalkulus dalam keluarga, penyakit ginjal, hipertensi,gout, ISK kronis
: Riwayat penyakit usus halus, bedah abdomen sebelumnya, hiperparatiroidisme
: Penggunaan antibiotik, antihipertensi, natrium bikarbonat,alupurinol, fosfat, pemasukan berlebihan kalsium atau vitamin
(Marilynn E. Doenges,2000:68-687)

Pengkajian fisik : Manifestasi klinis
Informasi spesific yang dikaji termasuk berikut : Nyeri/ketidaknyamanan ketika berkemih, perasaan ingin sekali berkemih, kesulitan untuk memulai berkemih, merasa berkemih tidak tuntas, sering berkemih/ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih. Informasi yang lain yang didapatkan termasuk perubahan warna urin, jernih/berbau, seperti adanya darah dan mucus dalam urin.
(Donna D. Ignatavicius,1995:1835)

Pola pengkajian yang digunakan yaitu pola fungsional menurut Virginia Henderson, Karena teori keperawatan Virginia Henderson (Normer dan Henderson,1995) mencakup seluruh kebutuhan dasar seorang manusia.Henderson (1964) mendefinisikan keperawatan sebagai membantu individuyang sakit dan sehat dalam melaksanakan aktifitas yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhanya bila ia memiliki kekuatan dan kemauan dan pengethuan yang dibutuhkan. Dan hal ini dilakukan dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandirianya secepat mungkin. Kebutuhan dasar menurt Henderson (14 kebutuhan dasar Henderson) memberikan kerangka karya dalam melakukan Asuhan Keperawatan antara lain :
1. Bernapas dengan normal
2. Makan dan minum cukup
3. Eliminasi
4. Bergerak dan mempertahankan posisi yang dikehendaki
5. Istirahat tidur
6. Memilih cara berpakaian, berpakaian dan melepas pakaian
7. Menjaga tubuh tetap bersih dan rapi
8. Menghindari bahaya dari lingkungan
9. Berkomunikasi dengan orang lain
10. Beribadah menurut keyakinan
11. Bekerja yang menjanjikan prestasi
12. Bermain dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
13. Belajar, menggali atau memuaskan rasa keingintahuan yang mengacu pada perkembangan dan kesehatan normal.
(Potter Patricia. A,2005:150)

Evaluasi
1. Menjelaskan metode untuk meningkatkan kenyamanan
2. Mendemonstrasikan tentang cara perawatan diri
3. Mengidentifikasikan strategi pencegahan infeksi berulang/kekambuhan mendeteksi gejala dan memilih obat yang tepat.
(Donna D. Ignatavicius,1995:1835-1839)

b. Fokus Intervensi
1. Nyeri akut b/d trauma jaringan
Tujuan : Klien dapat mengontrol atau menghilangkan nyeri yang dirasakan secara mandiri.
Intervensi : Catat lokasi,lamanya intensitas dan penyebaran : Jelaskan penyebab nyeri dan sarankan klien melaporkan segera bila merasakan adanya nyeri
: Berikan tindakan nyaman contoh : Pijatan punggung
: Bantu atau dorong penggunaan napas dalam
: Dorong/bantu dengan ambulasi sering sesuai indikasi dan tingkatkan pemasukan cairan sedikitnya 3-4 liter/hari
: Perhatikan keluhan peningkatan/menetapnya nyeri abdomen
2. Perubahan eliminasi urin b/d inflamasi, obstruksi mekanik
Tujuan : Klirn mempunyai pada berkemih dengan jumlah normal dan pola biasanya, tidak mengalami tanda obstruksi
Intervensi : Awasi pemasukan dan pengeluaran dan karakteristik urin
: Kaji pola berkemih normal dan perhatikan variasi
: Dorong meningkatkan pemasukan cairan
: Periksa semua urin
: Kaji adanya keluhan kandung kemih penuh, palpasi untuk distensi suprapubik
: Observasi perubahan tingkat kesadaran
: Awasi pemeriksaan laboratorium ureum, kreatinin
3. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b/d mual,muntah
Tujuan : Klien dapat mempertahankan keseimbangan cairan adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil dan berat badan dalam rentang normal, nadi perifer normal, membran mukosa lembab, turgor kulit baik.
Intervensi : Awasi pemasukan dan pengeluran
: Catat insiden muntah
: Tingkatkan pemasukan cairan sampai 3-4 liter/hari
: Awasi tanda vital
: Timbang berat badan tiap dari
4. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) b/d kurang terpajan/mengingat, tidak mengenal sumber informasi.
Intervensi : Kaji ulang proses penyakit dan harapan masa datang
: Kaji ulang program diet, sesuai individual
: Mendengar dengan aktif tentang program terapi/perubahan pola hidup
: Diskusikan dengan klien program pengobatan
: Ajarkan perawatan yang tepat.
(Marilynn E. Doenges,2000:688-692)
















2. CINICAL PATHWAY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar